Bangun Harmoni Antarumat Beragama, Kemenag Jambi Gelar Dialog Kerukunan Umat Lintas Agama

SENARAINEWS.COM – Momentum Ramadan dimanfaatkan oleh Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jambi untuk menciptakan kerukunan dan harmoni antarumat beragama. Itu salah satunya dilakukan dengan menggelar Dialog Kerukunan Umat Lintas Agama pada Kamis (12/3/2026).

Kanwil Kemenag Provinsi Jambi menggandeng Yayasan Majubuthi Jambi, Yayasan Vihara Vimuttara Jambi, dan Keluarga Cendikiawan Buddhis Indonesia (KCBI) Provinsi Jambi. Para tokoh agama hadir dan menuangkan pandangannya bagaimana agar terbangun harmoni.

Ketua Majubuthi Jambi, Jampa Wongcai mengungkapkan bahwa momentum Ramadan menjadi waktu yang sangat tepat untuk mempererat tali silaturahmi guna menumbuhkan empati, memperkuat kepedulian, dan memperdalam nilai kemanusiaan. Dengan semangat itulah, maka dialog kerukunan umat lintas agama ini digerakkan menjadi simbol nyata penguatan tolerasi yang dipraktikkan secara nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Jangan Lewatkan :  Pemerintah Kabupaten Sarolangun Gelar Peringatan Malam Nuzulul Quran

Melalui dialog bersama ini menjadi penguatan komitmen bersama dalam menjaga kerukunan, menolak segala bentuk intoleransi, dan menjadi teladan dalam membangun harmoni di tengah kehidupan masyarakat yang diharapkan terus berlanjut dalam kerja nyata demi Indonesia yang damai dan bersatu. Majelis Agama Buddha bersama para tokoh agama Buddha menyambut baik dan siap mendukung semua program-program yang diselenggarakan oleh Kanwil Kemenag Jambi.

Pembimbing Masyarakat Buddha Kanwil Kemenag Jambi, Wiswadas menyebutkan bahwa dialog kerukunan umat lintas agama tersebut ditujukan untuk memperkuat kerukunan dan keharmonisan antar umat beragama. Kakanwil Kemenag Jambi, Mahbub Daryanto menyebutkan bahwa Kanwil Kemenag Jambi bersama para tokoh agama perlu menyadari pentingnya melakukan mitigasi konflik kehidupan keagamaan secara responsif melalui pemetaan deteksi dini kemungkinan konflik hingga ke daerah-daerah di provinsi Jambi. “Deteksi dini perlu hingga ke daerah kecamatan hingga deteksi dini tersebut dapat berjalan efektif,” ujar beliau.

Jangan Lewatkan :  Bupati Sarolangun Letakkan Batu Pertama Pembangunan Rumah Sehat BAZNAS

“Kehadiran para tokoh agama ini sangat penting sebab masyarakat biasanya bersifat paternalistik yang mengikut kebiasaan para pemuka agamanya sehingga perlu pendekatan kepada komunitas umatnya,” imbuh Kakanwil.

Deteksi dini konflik keagamaan ini sangat penting mengingat bahwa problematika kerukunan dalam kehidupan umat beragama tersebut bersifat dinamis. “Hari ini bisa rukun, besok bisa pecah. sehingga jangan sampai lengah,” sebut beliau.

Optimalisasi komunikasi publik melalui berbagai media dalam menyuarakan kebersamaan harus dilakukan secara terus menerus. Publikasi kebersamaan umat beragama melalui berbagai platform media perlu ditingkatkan guna pendekatan komunitas, dan meningkatkan litrerasi masyarakat mengenai kerukunan umat berbasis komunitas yang diyakini efektif dalam proses mitigasi pencegahan konflik. Interaksi dengan kearifan kebudayaan lokal sangat penting guna menyesuaikan dengan kebiasaan masyarakat setempat.

Jangan Lewatkan :  Korban Kecelakaan di Tol Malang, Pelajar, Sopir dan Kernet

 

Pendekatan kepada generasi muda sangat penting, termasuk pemberdayaan perempuan dan pemuda lintas agama yang berperan strategis dalam produktivitas penguatan kerukunan umat beragama. Kanwil Kemenag Jambi sangat membutuhkan dukungan penuh para tokoh agama dan tokoh organisasi keagamaan dalam pelayanan masyarakat melalui bantuan ekonomi kreatif, pendidikan, dan kesehatan. Sinergitas kolaborasi dan kerjasama sangat perlu dalam penguatan kerukunan umat lintas agama yang dibangun dalam wujud kesetaraan kehidupan keagamaan umat beragama dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). “Semua umat beragama harus hidup rukun dan hidup setara bisa bekerjasama dalam semua sisi,” seru Kakanwil. (*)