SENARAINEWS.COM – Banjir yang terjadi di Kabupaten Bungo sejak Kamis (14/5/2026) masih merendam ribuan rumah warga.
Data sementara BPBD Bungo, sembilan kecamatan terkena banjir dan merendam 4.386 rumah warga. Ironisnya, banjir ini juga merenggut nyawa. Tiga warga dilaporkan meninggal dunia akibat musibah tersebut.
Pemerintah Kabupaten Bungo resmi menetapkan status Tanggap Darurat Bencana pada Jumat (15/5/2026) menyusul tingginya dampak yang ditimbulkan banjir dan longsor di berbagai titik.
Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bungo mencatat ribuan rumah warga masih terendam air. Sejumlah akses warga juga terganggu akibat debit air yang terus meningkat sejak dua hari terakhir.
Wakil Bupati Bungo Tri Wahyu Hidayat yang meninjau titik banjir di Kampung Lubuk Tenam, termasuk di Dusun Purwo Bhakti, Kecamatan Bathin III mengatakan tenda pengungsian dan dapur umum telah didirikan di sejumlah titik.
“Kami hadir untuk memastikan kondisi warga dan melihat langsung sejauh mana dampak kerusakan yang ditimbulkan. Pemerintah daerah berkomitmen bergerak cepat dalam penanganan masa darurat ini,” ujar Tri Wahyu Hidayat saat meninjau lokasi banjir.
Mengutip Tribunjambi, Kecamatan Muko-Muko Bathin VII menjadi salah satu wilayah terdampak paling parah. Di Dusun Bedaro dan Dusun Pekan Jumat500 rumah terendam banjir dengan ketinggain 1 meter lebih.
Kepala BPBD Kabupaten Bungo, Zainadi, menyatakan pihaknya telah bergerak cepat melakukan penanganan di lapangan.
“Tidak hanya ancaman tanah longsor, hujan lebat yang turun beberapa hari ini meluapkan Sungai Batang Bungo dan anak-anak sungainya. Kami bersama TNI dan Polri serta stakeholder terkait, sudah turun ke beberapa lokasi terdampak melakukan pertolongan darurat dan pengawasan,” tegas Zainadi.








