SENARAINEWS.COM – Performa Jay Idzes di Serie A Bersama Sassuolo sedang cemerlang. Kondisi itu membuat nilai pasarnya naik drastis.
Situs statistik olahraga FotMob mencatat bahwa sosok yang juga kapten Timnas Indonesia itu menorehkan rapor hijau di banyak laga musim ini, terutama pada pertandingan-pertandingan kontra Cagliari, Atalanta, Pisa, Udinese, Lazio, dan Fiorentina. Tak heran apabila pamornya di Liga Italia terus naik.
Bersama Sassuolo pada musim ini ia sudah 15 kali bermain dan melakukan beberapa penyelamatan krusial meskipun 1 kartu kuning ia kantongi. Idzes tampil cukup solid dan disiplin. Sassuolo dibawanya lagi duduk di peringkat ke-10 klasemen, punya kans untuk terus naik ke atas.
Nilai pasar Jay Iizes mengungguli bek-bek yang telah lama merumput di Eropa seperti Alessio Romagnoli (Lazio, 30 tahun, 7 juta euro) dan Mario Hermoso (AS Roma, 30 tahun, 7 juta euro). Teranyar, bek tengah Sassuolo asal Indonesia itu tembus 10 juta Euro atau nyaris Rp 200 miliar.
Terbaru, Transfermarkt melansir market value untuk akhir tahun 2025. Di Juni 2025, Jay Idzes punya nilai pasar sebesar 7,5 juta Euro. Kini di 24 Desember 2025, nilai pasar Idzes naik ke angka 10 juta Euro atau setara Rp 197 miliar! Idzes pun jadi pemain asal Indonesia dengan nilai pasar termahal, plus termahal pula di kawasan Asia Tenggara.
Nilai pasar adalah perkiraan harga jual si pemain yang berdasarkan performa di lapangan. Andai si pemain terus tampil bagus dan bebas dari cedera, harganya bisa naik. Sebaliknya kalau si pemain lagi mandek dan dihantam cedera, harganya bisa turun.
Meski naik drastis, nilai Jay Idzes masih belum masuk daftar teratas dari pemain belakang dengan nilai pasar tertinggi di Serie A. Liga Italia memang gudangnya pemain belakang berbakat. Hanya saja, tetap sebuah kebanggaan karena Idzes kini makin menyita perhatian di Serie A. Di pucuk klasemen tersebut, bek tengah pemilik nilai pasar yang ditaksir tertinggi adalah palang pintu Inter Milan, Alessandro Bastoni.








