JAMBISNIS.COM – Resto Pizza Hut melakukan restrukturisasi besar-besaran. Puluhan gerai harus ditutup sehingga berimbas pada pemutusan hubungan kerja atau PHK karyawan.
Penutupan puluhan gerai itu terjadi di Inggris. Pizza Hut Inggris akan menutup 68 dari 132 gerai restoran. Mereka juga menutup 11 gerai pesan antar. Penutupan gerai ini diiringi PHK terhadap 1.210 orang karyawan.
Penutupan gerai ini dilakukan setelah perusahaan yang mengoperasikan Pizza Hut di Inggris, DC London Pie Limited, memasuki tahap administrasi. FTI Consulting pun ditunjuk sebagai administrator pekan lalu. Demikian dilansir Cnnindonesia.com.
Adapun DC London Pie baru pada Januari 2025 membeli bisnis Pizza Hut Inggris dalam kondisi bangkrut. Kendati puluhan gerai ditutup, Yum! Brands, perusahaan pemilik global Pizza Hut menyelamatkan sebagian gerai. Mereka mengakuisisi 64 restoran dan menyelamatkan 1.276 pekerja.
Direktur Pelaksana Pasar Internasional Pizza Hut Nicolas Burquier mengatakan restrukturisasi dilakukan untuk menjaga operasional dan melindungi pekerjaan sebanyak mungkin.
“Prioritas kami adalah melanjutkan kegiatan di 64 restoran dan 343 lokasi pengiriman yang tersisa,” kata Burquier dilansir CNBC Indonesia.
Langkah Pizza Hut menutup sejumlah gerai di Inggris dipengaruhi penurunan minat pelanggan dan tekanan biaya operasional.
April lalu, upah minimum di Inggris naik hampir 7 persen menjadi 12,21 poundsterling per jam (sekitar Rp247 ribu). Ada pula kenaikan iuran asuransi perusahaan.







